PENGERTIAN SUPERVISI
Supervisi
adalah usaha memberi layanan kepada guru-guru baik secara individual maupun
secara berkelompok dalam usaha memperbaiki
pengajaran.(Suhertian).
Supervisi
yang dimaksud adalah pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka
dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang
lebih baik.(depdikbud).
Sutisna
(1982) menjelaskan bahwa pandangan baru tentang supervisi terdapat ide-ide
pokok, seperti: menggalakkan pertumbuhan profesional guru, mengembangkan
masalah-masalah belajar mengajar dengan efektif.
Pendekatan-pendekatan
baru tentang supervisi ini menekankan pada peranan supervisi selaku bantuan,
pelayanan atau pembinaan pada guru dan personil pendidikan lain dengan maksud
untuk meningkatkan kemampuan guru dan kualitas pendidikan.
FUNGSI
SUPERVISI PENDIDIKAN
a) Menyelenggarakan
Inspeksi
Sebelum memberikan pelayanan terhadap guru, supervisor
perlu mengadakan inspeksi terlebih dahulu. Inspeksi tersebut dimaksudkan
sebagai usaha mensurvai seluruh sistem pendidikan yang ada, guna menemukan masalah-masalah,
kekurangan-kekurangan :
1. guru
2.murid
3.perlengkapan
4.kurikulum
5.tujuan pendidikan
6.metode mengajar
7.perangkat lain pbm
b) Penelitian
Data tersebut kemudian diolah untuk dijadikan bahan
penelitian. Dengan cara ini dapat ditemukan teknik dan prosedur yang efektif
sebagai keperluan penyelenggaraan pemberian bantuan kepada guru, sehingga
supervisi dapat berhasil dengan memuaskan.
c) Penilaian
Kegiatan penilaian berupa
usaha mengetahui segala fakta yang mempengaruhi segala fakta yang mempengaruhi
kelangsungan persiapan, penyelenggaraan dan hasil pengajaran.
d) Latihan
Berdasarkan hasil penelitian
dan kemudian diadakan latihan. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan
cara-cara baru sebagai upaya perbaikan dan atau peningkatan.
Pelatihan ini dapat berupa lokakarya, seminar,
demonstrasi mengajar, simulasi, observasi, saling mengunjungi atau cara lain
yang dipandang efektif.
e) Pembinaan
Pembinaan atau pengembangan
merupakan lanjutan dan kegiatan memperkenalkan cara-cara baru. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk menstimulasi, mengarahkan, memberi semangat agar guru-guru
mau menerapkan cara-cara baru yang diperkenalkan sebagai hasil penemuan
penelitian, termasuk dalam hal ini membantu guru-guru memecahkan kesulitan
dalam menggunakan cara-cara baru.
TUJUAN
SUPERVISI PENDIDIKAN
Tujuan supervisi adalah untuk mengembangkan situasi
belajar mengajar yang baik.
Adapun tujuan-tujuan itu adalah:
- Membina kepala sekolah dan guru-guru untuk lebih memahami tujuan
pendidikan yang sebenarnya dan peranan sekolah mencapai tujuan itu.
- Memperbesar kesanggupan kepala sekolah dan guru-guru untuk
mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang efektif.
- Membantu kepala sekolah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis
terhadap aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan-kesulitan mengajar belajar,
serta menolong mereka merencanakan
perbaikan-perbaikan.
- Meningkatkan kesadaran
kepala sekolah dan guru-guru serta warga sekolah lainnya terhadap tata
kerja yang demokratis dan kooperatif, serta memperbesar kesediaan untuk
tolong menolong.
- Memperbesar ambisi guru-guru untuk meningkatkan mutu karyanya
secara maksimal dalam bidang profesinya (keahlian) meningkatkan
“achievement motive”
- Membantu pimpinan sekolah untuk
mempopulerkan sekolah kepada masyarakat dalam pengembangan program-program
pendidikan.
- Membantu kepala sekolah dan guru-guru untuk
dapat mengevaluasi aktivitasnya dalam konteks tujuan-tujuan aktivitas
perkembangan peserta didik.
- Mengembangkan “esprit de corps”
guru-guru, yaitu adanya rasa kesatuan dan persatuan (kolegialitas) antar
guru-guru.
PRINSIP-PRINSIP
SUPERVISI
Seorang
supervisor apakah dia Kepala Sekolah, Penilik Sekolah atau pengawas dalam
melaksanakan supervisi hendaknya berlandaskan pada prinsip-prinsip supervisi.
berikut:
1. Ilmiah
• 2. Demokratis
• 3. Kooperatif
• 4. Kontruktif
dan Kreatif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar