Jumat, 07 Desember 2018

DASAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN


DASAR-DASAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN
Pengertian Pengelolaan pendidikan
 Pengelolaan pendidikan dapat diartikan sebagai upaya untuk menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidang pendidikan. 
Pengelolaan (management) pendidikan
      Banyak yang membedakan atau menyamakan antara manajemen dan administrasi.
      Dalam pengertian luas administrasi sama dengan manajemen, kecuali kalau administrasi diartikan sempit atau disamakan dg tata usaha atau kesekretariatan.
      Kesamaannya: keduanya merupakan proses kegiatan untuk menata atau mengatur semua komponen atau substansi dalam organisasi.
      Perbedaannya: administrasi lebih menekankan pd substansi administrasi, dan manajemen pada proses pelaksanaan kegiatannya.
Fungsi dan Prinsip Pengelolaan Pendidikan 
 1. Membuat Putusan 
Pembuatan putusan merupakan salah satu fungsi administrasi yang perlu dilakukan oleh para administrator yang akan membawa dampak terhadap seluruh organisasi, prilakunya dan hasil keputusan itu. 
Langkah-langkah pembuatan putusan:
• Menentukan masalah
• Mengananalisa situasi 
• Mengembangkan aternatif-alternatif kemungkinan 
• Menganalisa aternatif-alternatif kemungkinan 
• Memilih alternatif yang paling mungkin
2. Merencanakan
Adalah persiapan untuk mengantisipasi tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan.
Unsur –unsur merumuskan perencaan: 
• Adanya kontinuitas atau berkesinambungan serta bertahap yang berpedoman pada tujuan yang akan dicapai.
• Kegiatan dapat bersifat tunggal maupun banyak dan saling mendukung satu sama lain.
• Kegiatan untuk menetapkan tindakan yang akan dilakukan 
• Ada unsur ketidakpastian dalam merumuskan perencanaan sebab tidak ada rencana yang tampa hambatan tak terduga. 
• Optimalisasi perhitungan yang akan terjadi untuk menjaga dan mengurangi kegagalan. 
Unsur-Unsur Perencanaan:
1.Pra rencana                                                               7.Memilih sasaran
2.Pengumpulan dan pengolahan data                                     8.Merumuskan rencana
3.Diagnosa dan prognosis situasi                                9.Perincian rencana
4.Perumusan kebijakan                                               10.Implementasi rencana
5.Estimasi kebutuhan                                                  11.Revisi dan perencanaan
6.Menganggarkan kebutuhan 
3. Mengorganisasikan
Mengorganisasikan adalah sebagai kegiatan dalam menyusun struktur dan membentuk hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan yang telah disepakati 
Perorganisasian
·         Menyediakan fasilitas-fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyusunan rangka kerja yang efisien dalam melaksanakan rencana-rencana melalui proses penetapan kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan rencana-rencana tadi.
·         Mengelompokan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur.
·         Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.
·         Merumuskan dan menentukan metode dan prosedur.
·         Memilih dan mengadakan pelatihan pendidikan tenaga kerja serta mencari sumber-sumber lainnya yang diperlukan
4. Mengkomunikasikan berarti menyalurkan informasi, ide, penjelasan, perasaan, pertanyaan dari orang yang satu kepada orang lain atau dari kelompok yang satu kepada kelompok yang lain. Mengkomunikasikan dalam suatu organisasi adalah dimaksudkan utnuk dapat mempengaruhi sikap perilaku para anggota organisasi secara sendiri-sendiri atau berkelompok. 
5.Mengkoordinasikan adalah serangkaian kegiatan untuk mempersatukan sumbangan dan saran dari para anggota organisasi, bahan dan sumber-sumber lain yang terdapat dalam organisasi itu ke arah pencapaian tujuan yang telah disepakati. 
6. Mengawasi adalah suatu proses fungsi dan prinsip administrasi untuk melihat apa yang terjadi sesuai dengan apa yang semestinya terjadi. Dengan kata lain pengawasan adalah fungsi administratif untuk memastikan bahwa yang dikerjakan sesuai dengan rencana yang dibuat.
7. Menilai
Penilaian sebagai seperangkat kegiatan yang dapat menentukan baik tidaknya program-program atau kegiatan-kegiatan organisasi yang sedang dijalankan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. 
      Fungsi penilaian
      Memperoleh dasar bagi pertimbangan akhir periode kerja 
      Mendukung dan menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien 
      Memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran 
      Memajukan pengembangan oragnisasi sekolah.
      Komperhensif : penilaian mencakup keseluruhan unsur 
      Kooperatif : melibatkan semua yang terkait 
      Ekonomis : tidak ada pemborosan       
Ruang lingkup pengelolaan pendidikan     
A.      Pengelolaan administratif, meliputi proses manajemen yang pada dasarnya terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Ruang lingkup manajemen seperti ini juga sering disebut sebagai proses manajemen atau fungsi manajemen.
B.       2.Pengelolaan operatif, meliputi unit-unit kegiatan dalam sebuah organisasi yang diantaranya terdiri dari Pengelolaan kesiswaan, Pengelolaan pengajaran, Pengelolaan personil, Pengelolaan persuratan dan kearsipan, Pengelolaan keuangan, Pengelolaan perlengkapan, Pengelolaan hubungan masyarakat, serta Pengelolaan perpustakaan.
1.Pengelolaan Kesiswaan
      -          Masalah penerimaan  siswa baru
      -          Masalah kemajuan belajar dan evaluasi belajar
      -          Masalah bimbingan
2.Pengelolaan Kurikulum
      Pengadaan buku kurikulum termasuk pedoman-pedomannya.
      Penjabaran tujuan-tujuan pendidikan, tujuan umum, tujuan instruksional, tujuan kurikuler dan tujuan-tujuan khusus.
      Penyusunan program-program kurikuler dan kegiatan-kegiatan tambahannya, termasuk dalam hal ini program tahunan.
      Pengembangan alat-alat pelajaran.
      Penyusunan jadwal dan pembagian tugas mengajar.
      Pengembangan sistem evaluasi belajar.
      Pengawasan terhadap proses belajar mengajar.
      Penyusunan norma kenaikan kelas.
3.Pengelolaan Personil
a.Perencanaan Kebutuhan guru
 
                    j.p  x S Kp
      S G = —————– x KB
                        j.w
b.Penerimaan dan Penempatan Tenaga
c.Penyelenggaraan Program Orientasi.
d.Pembinaan dan Pengembangan Staf:
      penilaian kinerja
      penugasan dan rotasi tugas
      pelatihan
      pemberian kompensasi/peningkatan kesejahteraan
      perencanaan karier
      pengembangan karier
      observasi kelas
      percakapan individu, diskusi, seminar, lokakarya, rapat staf, dll.
Adminstrasi yang berhubungan dengan personalia meliputi antara lain :
      -          Statistik/daftar presensi pegawai
      -          Organisasi dan daftar pembagian tugas
      -          Masalah kepegawaian/guru dan kesejahteraannya
      -          Daftar riwayat hidup
      -          Daftar riwayat pekerjaan
      -          Catatan pribadi pegawai
      -          Daftar induk pegawai, dll.
 4. Pengelolaan Persuratan dan Kearsipan
Pengelolaan persuratan dan kearsipan antara lain :
      -          Korespondensi/surat-menyurat, dsb.
      -          Penyimpanan arsip/dokumentasi.
      -          Laporan bulanan/tahunan
      -          Daftar statistik, grafik dll.
5.Pengelolaan Keuangan
      Manajemen yang berhubungan dengan keuangan antara lain :
      -          Buku kas
      -          Buku tabelaris
      -          Daftar gaji
      -          Daftar honorium
      -          Surat Pertanggungjawaban (SPJ), dsb.
6.  Pengelolaan Perlengkapan
Jenis Kegiatan:
      -          Penambahan ruang kelas atau ruang yang lain
      -          Rehabilitasi bagian-bagian yang rusak
      -          Perbaikan perlengkapan dan peralatan
      -          Penambahan perlengkapan dan peralatan
      -          Memodernisasikan perlengkapan dan peralatan , dll.
Pengelolaan   perlengkapan :
      Buku laporan (tahunan, caturwulan/semesteran) tentang keadaan bangunan sekolah, denah dan situasi bangunan, kebun sekolah, dsb.
      Buku inventaris
      Buku penerimaan alat-alat dan perlengkapan, dsb.
7.Pengelolaan Hubungan Masyarakat
Pengelolaan yang berhubungan dengan humas antara lain :
      -          Buku catatan kunjungan orang tua siswa/buku tamu
      -          Buku agenda
      -          Buku ekspedisi
      -          Daftar orang tua siswa
      -          Daftar perusahaan/industri terkait, dsb.
Pendekatan dalam Pengelolaan pendidikan
1. Pendekatan Organisasi Klasik
Pendekatan organisasi klasik ini sering disebut juga dengan gerakan manajemen ilmiah. Gerakan ini mencari upaya untuk dapat menggunakan orang secara efektif dalam organisasi industri. Konsep dari gerakan ini adalah orang dapat juga bekerja layaknya sebagai mesin.
2. Pendekatan Hubungan Manusia
Pendekatan hubungan manusia melihat pentingnya faktor-faktor manusia dalam administrasi. Masalah yang mendasar dalam semua organisasi adalah mengembangkan dan mempertahankan hubungan dinamis dan harmonis. Walaupun terjadi konflik, menurut pemikiran konflik tersebut merupakan suatu proses yang normal bagi pengembangan hal yang mengakibatkan terjadinya  konflik itu.
3. Pendekatan Prilaku 
Pendekatan prilaku dalam administrasi adalah menggabungkan antara hubungan sosial dengan struktur formal dan menambahkannya dengan proposisi yang diambil dari psikologi, sosiologi, ilmu politik dan ekonomi.
Bahwa kontribusi kerjanya berkenaan dengan konsep struktur dan dinamis.
Konsep-konsep struktur: yang dianggap penting adalah individu, sistem kerja sama, organisasi formal, organisasi formal yang komplek, dan juga organisasi informal.
Konsep-konsep dinamis: yang penting, adalah kerelaan, kerjasama, komunikasi, otoritas, proses keputusan, dan keseimbangan dinamik.
4.Manajemen adalah kerjasama orang-orang
Untuk mencapai tujuan , sekolah membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian seperti Kepala Sekolah, Guru, Laboran, Teknisi, Adm. Pustakawan, dll
5.Manajemen adalah suatu proses
Seperti halnya sebuah pendidikan, manajemen adalah suatu proses, pendekatan ini menekankan perilaku sebagaimana fungsi manajemen itu sendiri yaitu proses planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, dan budgeting. 
6.Manajemen sebagai sebuah system
Sebagai sebuah system maksudnya adalah suatu keseluruhan yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran.  System disini yakni input-proses-ouput-outcome. 
7.Manajemen sebagai pengelolaan
Jika kita melihat manajemen sebagai pengelolaan akan terlihat adanya pengaturan atau pengelolaan sumberdaya yang dimiliki dalam sekolah atau sumberdaya yang harus ada untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sumberdaya tersebut harus harus dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin.
8. Kepemimpinan
Dari pendekatan kepemimpinan, manajemen dipengaruhi oleh pemimpin. Pimpinan bisa kepala sekolah, guru, atau KTU dimana seorang pemimpin bisa mempengaruhi orang-orang untuk mencapai tujuan. Disini seorang pemimpin harus mampu berkmunikasi secara verbal dan nonverbal, mengambil keputusan dan pelaksana keputusan.
Tujuan Pengelolaan Pendidikan 
1.        Terwujudnya suasana belajar yang aktif, efektif, menyenangkan, dan bermakna
2.        Terciptanya siswa yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa , dan negara
3.        Terpenuhinya salah satu dari kompetensi tenaga kependidikan (kompetensi manajerial).
4.        Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien,
5.        Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan (profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan)
6.        Teratasinya masalah mutu pendidikan karena sebagian besar  masalah mutu disebabkan oleh manajemennya.
Perlunya Manajemen Pendidikan
      Perlu mengantisipasi perubahan global, khususnya pada bidang pendidikan.
      Reformasi pendidikan masih pada awal perjalanan: dari sentralistik menjadi desentralistik, dari sistem tertutup menjadi terbuka.
      Sekolah tidak hanya bersaing dalam negeri, tetapi bersaing global atau dunia.
      Dalam bidang pendidikan perlu penataan secara modern atau dg manajemen pendidikan.
Tujuan dan Manfaat Manajemen dlm Pendidikan
1.      Pegangan dlm melaksanakan manajemen sekolah.
2.      Melahirkan kepercayaan kepala  sekolah.
3.      Memudahkan kep sekolah dlm problem solviing.
4.      Memotivasi kep sekolah.
5.      Untuk selalu berpikir efektif dan efisien.
6.      Mengetahui batasan2 wewenang dlm memimpin sekolah.
7.      Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yg aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna (PAKEMB).
8.      Terciptanya peserta didik yg aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yg diperlukan dirinya, masy, bangsa, dan negara.
9.      Terpenuhi salah satu dari lima kompetensi tng kependidikan (kompetensi  manajerial tng kependidikan ).
10.  Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
11.  Terbekalinya tng kependidikan dg teori ttg proses dan tugas administrasi pendidikan (profesi sbg manajer )
12.  Teratasi masalah mutu pendidikan, krn 80 % masalah mutu disebabkan oleh manajemennya.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DASAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN

DASAR-DASAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN Pengertian Pengelolaan pendidikan   Pengelolaan pendidikan dapat diartikan sebagai upaya untuk mene...