DASAR-DASAR
PENGELOLAAN PENDIDIKAN
Pengertian
Pengelolaan pendidikan
Pengelolaan pendidikan dapat diartikan sebagai
upaya untuk menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidang
pendidikan.
Pengelolaan
(management) pendidikan
• Banyak yang membedakan atau menyamakan antara
manajemen dan administrasi.
• Dalam pengertian luas administrasi sama dengan
manajemen, kecuali kalau administrasi diartikan sempit atau disamakan dg tata
usaha atau kesekretariatan.
• Kesamaannya: keduanya merupakan proses kegiatan untuk
menata atau mengatur semua komponen atau substansi dalam organisasi.
• Perbedaannya: administrasi lebih menekankan pd
substansi administrasi, dan manajemen pada proses pelaksanaan kegiatannya.
Fungsi dan Prinsip Pengelolaan Pendidikan
1.
Membuat Putusan
Pembuatan putusan merupakan
salah satu fungsi administrasi yang perlu dilakukan oleh para administrator
yang akan membawa dampak terhadap seluruh organisasi, prilakunya dan hasil
keputusan itu.
Langkah-langkah pembuatan putusan:
• Menentukan masalah
• Mengananalisa situasi
• Mengembangkan aternatif-alternatif kemungkinan
• Menganalisa aternatif-alternatif kemungkinan
• Memilih alternatif yang paling mungkin
2.
Merencanakan
Adalah persiapan untuk mengantisipasi
tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan.
Unsur –unsur merumuskan perencaan:
• Adanya kontinuitas atau berkesinambungan serta
bertahap yang berpedoman pada tujuan yang akan dicapai.
• Kegiatan dapat bersifat tunggal maupun banyak dan
saling mendukung satu sama lain.
• Kegiatan untuk menetapkan tindakan yang akan
dilakukan
• Ada unsur ketidakpastian dalam merumuskan
perencanaan sebab tidak ada rencana yang tampa hambatan tak terduga.
• Optimalisasi perhitungan yang akan terjadi untuk
menjaga dan mengurangi kegagalan.
Unsur-Unsur Perencanaan:
1.Pra rencana
7.Memilih
sasaran
2.Pengumpulan dan pengolahan data 8.Merumuskan rencana
3.Diagnosa dan prognosis situasi 9.Perincian rencana
4.Perumusan kebijakan 10.Implementasi rencana
5.Estimasi kebutuhan 11.Revisi dan perencanaan
6.Menganggarkan kebutuhan
3.
Mengorganisasikan
Mengorganisasikan adalah
sebagai kegiatan dalam menyusun struktur dan membentuk hubungan-hubungan agar
diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan yang telah disepakati
Perorganisasian
·
Menyediakan
fasilitas-fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan untuk
penyusunan rangka kerja yang efisien dalam melaksanakan rencana-rencana melalui
proses penetapan kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan rencana-rencana
tadi.
·
Mengelompokan
komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur.
·
Membentuk
struktur wewenang dan mekanisme koordinasi.
·
Merumuskan
dan menentukan metode dan prosedur.
·
Memilih
dan mengadakan pelatihan pendidikan tenaga kerja serta mencari sumber-sumber
lainnya yang diperlukan
4. Mengkomunikasikan berarti menyalurkan informasi,
ide, penjelasan, perasaan, pertanyaan dari orang yang satu kepada orang lain
atau dari kelompok yang satu kepada kelompok yang lain. Mengkomunikasikan dalam
suatu organisasi adalah dimaksudkan utnuk dapat mempengaruhi sikap perilaku
para anggota organisasi secara sendiri-sendiri atau berkelompok.
5.Mengkoordinasikan adalah serangkaian kegiatan untuk
mempersatukan sumbangan dan saran dari para anggota organisasi, bahan dan sumber-sumber
lain yang terdapat dalam organisasi itu ke arah pencapaian tujuan yang telah
disepakati.
6. Mengawasi adalah suatu proses fungsi dan prinsip
administrasi untuk melihat apa yang terjadi sesuai dengan apa yang semestinya
terjadi. Dengan kata lain pengawasan adalah fungsi administratif untuk
memastikan bahwa yang dikerjakan sesuai dengan rencana yang dibuat.
7. Menilai
Penilaian sebagai seperangkat kegiatan yang dapat
menentukan baik tidaknya program-program atau kegiatan-kegiatan organisasi yang
sedang dijalankan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
• Fungsi penilaian
• Memperoleh dasar bagi pertimbangan akhir periode
kerja
• Mendukung dan menjamin cara bekerja yang efektif dan
efisien
• Memperoleh fakta-fakta tentang
kesukaran-kesukaran
• Memajukan pengembangan oragnisasi sekolah.
• Komperhensif : penilaian mencakup keseluruhan
unsur
• Kooperatif : melibatkan semua yang terkait
• Ekonomis : tidak ada pemborosan
Ruang lingkup pengelolaan
pendidikan
A.
Pengelolaan administratif, meliputi proses manajemen yang pada dasarnya terdiri
dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Ruang lingkup
manajemen seperti ini juga sering disebut sebagai proses manajemen atau fungsi
manajemen.
B. 2.Pengelolaan
operatif, meliputi unit-unit kegiatan dalam sebuah organisasi yang
diantaranya terdiri dari Pengelolaan kesiswaan, Pengelolaan pengajaran,
Pengelolaan personil, Pengelolaan persuratan dan kearsipan, Pengelolaan
keuangan, Pengelolaan perlengkapan, Pengelolaan hubungan masyarakat, serta
Pengelolaan perpustakaan.
1.Pengelolaan Kesiswaan
• - Masalah
penerimaan siswa baru
• - Masalah
kemajuan belajar dan evaluasi belajar
• - Masalah
bimbingan
2.Pengelolaan Kurikulum
• Pengadaan buku kurikulum termasuk pedoman-pedomannya.
• Penjabaran tujuan-tujuan pendidikan, tujuan umum,
tujuan instruksional, tujuan kurikuler dan tujuan-tujuan khusus.
• Penyusunan program-program kurikuler dan
kegiatan-kegiatan tambahannya, termasuk dalam hal ini program tahunan.
• Pengembangan alat-alat pelajaran.
• Penyusunan jadwal dan pembagian tugas mengajar.
• Pengembangan sistem evaluasi belajar.
• Pengawasan terhadap proses belajar mengajar.
• Penyusunan norma kenaikan kelas.
3.Pengelolaan Personil
a.Perencanaan Kebutuhan guru
j.p x S Kp
• S G = —————– x KB
j.w
b.Penerimaan dan Penempatan
Tenaga
c.Penyelenggaraan Program
Orientasi.
d.Pembinaan dan Pengembangan
Staf:
• penilaian kinerja
• penugasan dan rotasi tugas
• pelatihan
• pemberian kompensasi/peningkatan kesejahteraan
• perencanaan karier
• pengembangan karier
• observasi kelas
• percakapan individu, diskusi, seminar, lokakarya,
rapat staf, dll.
Adminstrasi yang berhubungan
dengan personalia meliputi antara lain :
• - Statistik/daftar
presensi pegawai
• - Organisasi
dan daftar pembagian tugas
• - Masalah
kepegawaian/guru dan kesejahteraannya
• - Daftar
riwayat hidup
• - Daftar
riwayat pekerjaan
• - Catatan
pribadi pegawai
• - Daftar
induk pegawai, dll.
4. Pengelolaan Persuratan dan Kearsipan
Pengelolaan persuratan dan
kearsipan antara lain :
• - Korespondensi/surat-menyurat,
dsb.
• - Penyimpanan
arsip/dokumentasi.
• - Laporan
bulanan/tahunan
• - Daftar
statistik, grafik dll.
5.Pengelolaan Keuangan
• Manajemen yang berhubungan dengan keuangan antara lain
:
• - Buku
kas
• - Buku
tabelaris
• - Daftar
gaji
• - Daftar
honorium
• - Surat
Pertanggungjawaban (SPJ), dsb.
6. Pengelolaan Perlengkapan
Jenis Kegiatan:
• - Penambahan
ruang kelas atau ruang yang lain
• - Rehabilitasi
bagian-bagian yang rusak
• - Perbaikan
perlengkapan dan peralatan
• - Penambahan
perlengkapan dan peralatan
• - Memodernisasikan
perlengkapan dan peralatan , dll.
Pengelolaan
perlengkapan :
• Buku laporan (tahunan, caturwulan/semesteran) tentang
keadaan bangunan sekolah, denah dan situasi bangunan, kebun sekolah, dsb.
• Buku inventaris
• Buku penerimaan alat-alat dan perlengkapan, dsb.
7.Pengelolaan
Hubungan Masyarakat
Pengelolaan yang berhubungan dengan humas antara lain
:
• - Buku
catatan kunjungan orang tua siswa/buku tamu
• - Buku
agenda
• - Buku
ekspedisi
• - Daftar
orang tua siswa
• - Daftar
perusahaan/industri terkait, dsb.
Pendekatan dalam Pengelolaan pendidikan
1. Pendekatan Organisasi Klasik
Pendekatan organisasi klasik
ini sering disebut juga dengan gerakan manajemen ilmiah.
Gerakan ini mencari upaya
untuk dapat menggunakan orang secara efektif dalam organisasi industri. Konsep
dari gerakan ini adalah orang dapat juga bekerja layaknya sebagai mesin.
2. Pendekatan Hubungan Manusia
Pendekatan hubungan manusia
melihat pentingnya faktor-faktor manusia dalam administrasi. Masalah yang
mendasar dalam semua organisasi adalah mengembangkan dan mempertahankan
hubungan dinamis dan harmonis. Walaupun terjadi konflik, menurut pemikiran
konflik tersebut merupakan suatu proses yang normal bagi pengembangan hal yang
mengakibatkan terjadinya konflik itu.
3. Pendekatan Prilaku
Pendekatan prilaku dalam
administrasi adalah menggabungkan antara hubungan sosial dengan struktur formal
dan menambahkannya dengan proposisi yang diambil dari psikologi, sosiologi,
ilmu politik dan ekonomi.
Bahwa kontribusi kerjanya berkenaan dengan konsep struktur dan dinamis.
Konsep-konsep struktur: yang dianggap penting adalah individu, sistem kerja
sama, organisasi formal, organisasi formal yang komplek, dan juga organisasi
informal.
Konsep-konsep dinamis: yang penting, adalah kerelaan, kerjasama,
komunikasi, otoritas, proses keputusan, dan keseimbangan dinamik.
4.Manajemen adalah kerjasama orang-orang
Untuk mencapai tujuan ,
sekolah membutuhkan orang-orang yang memiliki keahlian seperti Kepala Sekolah,
Guru, Laboran, Teknisi, Adm. Pustakawan, dll
5.Manajemen adalah suatu proses
Seperti halnya sebuah
pendidikan, manajemen adalah suatu proses, pendekatan ini menekankan perilaku
sebagaimana fungsi manajemen itu sendiri yaitu proses planning, organizing,
staffing, directing, coordinating, reporting, dan budgeting.
6.Manajemen sebagai sebuah system
Sebagai sebuah system
maksudnya adalah suatu keseluruhan yang terdiri atas bagian-bagian yang saling
berinteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran.
System disini yakni input-proses-ouput-outcome.
7.Manajemen sebagai pengelolaan
Jika kita melihat manajemen
sebagai pengelolaan akan terlihat adanya pengaturan atau pengelolaan sumberdaya
yang dimiliki dalam sekolah atau sumberdaya yang harus ada untuk pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan. Sumberdaya tersebut harus harus dimanfaatkan
seefisien dan seefektif mungkin.
8. Kepemimpinan
Dari pendekatan kepemimpinan,
manajemen dipengaruhi oleh pemimpin. Pimpinan bisa kepala sekolah, guru, atau
KTU dimana seorang pemimpin bisa mempengaruhi orang-orang untuk mencapai
tujuan. Disini seorang pemimpin harus mampu berkmunikasi secara verbal dan
nonverbal, mengambil keputusan dan pelaksana keputusan.
Tujuan
Pengelolaan Pendidikan
1.
Terwujudnya
suasana belajar yang aktif, efektif, menyenangkan, dan bermakna
2.
Terciptanya
siswa yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
dan ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa , dan negara
3.
Terpenuhinya
salah satu dari kompetensi tenaga kependidikan (kompetensi manajerial).
4.
Tercapainya
tujuan pendidikan secara efektif dan efisien,
5.
Terbekalinya
tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi
pendidikan (profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan)
6.
Teratasinya
masalah mutu pendidikan karena sebagian besar
masalah mutu disebabkan oleh manajemennya.
Perlunya
Manajemen Pendidikan
• Perlu mengantisipasi perubahan global, khususnya pada
bidang pendidikan.
• Reformasi pendidikan masih pada awal perjalanan: dari
sentralistik menjadi desentralistik, dari sistem tertutup menjadi terbuka.
• Sekolah tidak hanya bersaing dalam negeri, tetapi
bersaing global atau dunia.
• Dalam bidang pendidikan perlu penataan secara modern
atau dg manajemen pendidikan.
Tujuan
dan Manfaat Manajemen dlm Pendidikan
1. Pegangan dlm melaksanakan manajemen sekolah.
2. Melahirkan kepercayaan kepala sekolah.
3. Memudahkan kep sekolah dlm problem solviing.
4. Memotivasi kep sekolah.
5. Untuk selalu berpikir efektif dan efisien.
6. Mengetahui batasan2 wewenang dlm memimpin sekolah.
7. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yg
aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna (PAKEMB).
8. Terciptanya peserta didik yg aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yg diperlukan
dirinya, masy, bangsa, dan negara.
9. Terpenuhi salah satu dari lima kompetensi tng
kependidikan (kompetensi manajerial tng
kependidikan ).
10. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan
efisien.
11. Terbekalinya tng kependidikan dg teori ttg proses dan
tugas administrasi pendidikan (profesi sbg manajer )
12. Teratasi masalah mutu pendidikan, krn 80 % masalah
mutu disebabkan oleh manajemennya.